BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Kamis, 29 Desember 2011

best sangat dapat belajar dengan dosen Sistem Hukum Indonesia^^ knpa ya??
sebab cara dosen ni ngajar agak berbeda dgn dosen2 lain
dia panggil kami dengan panggilan adik2 sekalian
terasa disayangi, seperti seorang ayah dengan anak2nya (cewwah)
teringat plak kt baba hafizhahullah.^^ (semoga Allah memelihara baba)
em,,subject ni sama seperti subject yg lain jugak ada kuiz, tugas, midterm, dan final (exam)
untuk tugas, kami kna buat assignment,
midterm macam biasa, cuma soalannya lumayan jugk
masa hari midterm (rabu 7/12/2011) kami dipecah menjadi  2 barisan yaitu: a dan b
yg barisan a soalannya: 1. jelaskan tentang Sistem Hukum Eropa Kontinental
2. tentang Hukum Pidana (jenayah) serta kasusnya (kes).
barisan b: 1. jelaskan Sistem Hukum Anglo Saxon
2.tentang Hukum Perdata serta kasusnya
walaupun cuman 2 soal, tp kalu gk tahu susah jugk nk jawab,,hehe

pastu minggu seterusnya  (rabu 21/12/2011) kami kuiz.
masa hari kuiz  best sagttt..mula2 kami diminta oleh pak dosen keluarkan satu kertas
dan  tulis nama pada kerta tu, tp hanya huruf pertama dan terakhir contoh, NH, MA, MR dll
dan setiap orang wajib tulis satu soal berkaitan Sistem Hukum Indonesia, (em,,mau bt soal apa ya??)
pastu kertas soalan tu semua dikumpul ma bapak dosen
terus bapak dosen panggil 3 nama maju kedepan untuk jawab soalan
soalan dicabut dari pertanyaan yg kami bt tadi, best kan..
dan jawabannya secara lisan, mahu tidak mahu kami tetap harus menjawab soalan yg ditanyakan,
nama ana dipanggil round yg ke 2..ana pun pergilah mengadap bpak dosen (nervous jugk)
mula2 dosen akan sebut nama teman yg buat soalan,,ana kna soalan dr MA
ana tya bpak dosen, soalan dr Mahkamah Agung ya pak? krna MA biasanya singkatan dr Mahkamah Agung..hehe (ana bercanda) bpak dosen jawab, ya ni langsung dr Jakarta..(bpak turut brcanda,,hehe)
soalan dr MA: apa sih yg menyebabkan hukum islam susah untuk ditegakkan atau dilaksanakan??
setelah berpikir mencari jawaban dan cuba ingat2 apa yg pernah dipelajari, 
alhamdulillah berjaya memberikan jawaban..^^
selang beberapa hari setelah kuiz, kami semua diminta untuk menyetor (tasmik) ayat al-quran

dan pada hari rabu (28/12/2011) kami final!! (dipercepatkan)
masa hari final, kami diwajibkan menjawab 3 soal dan 2 soal lg bisa dipilih. jd total 5 soal yg kami perlu jawab.
bpak dosen bagi tahu pd komting, tolong hubungi bpak besok untuk amik nilai kami semua

esoknya..alhamdullillah nila kami dh keluar!!!^^ cepat kan.. (walaupun takut jugk nk tahu nilai..hehe)
tahniah pd teman2 yg dapat nilai yg bagus, bt teman2 yg dapat nilai kurang bagus, jgn patah semangat
teruskan usha..ingatlah gagal sekali tdk brmakna gagal selamanya...



*terima kasih kepada bapak dosen Sistem Hukum Indonesia krna sudi mendidik serta mencurahkan ilmu buat kami,,*^^ moga bapak bisa mencurah ilmu lg bt kami pd sem 6 akan datang..amin.....

Kamis, 20 Oktober 2011

si labi2 yang laju

labi2??? mungkin pelik bagi anak malaysia yang baru kt Banda Aceh ni^^
bagi kami yang dah lama kt sni sudah tidak asing lg..
em apa sih labi2 tu? binatang?
hehe..x lah labi2 tu merupakan salah satu pengangkutan awam di sni dan 
merupan salah satu keistimewaan Banda Aceh..^^
walaupun nama dia labi2 tp jgn pandang rendah tau...
dia cukup laju dan lasak, semua tempat dia boleh masuk sama ada luas atau sempit..dahsyatkan?
itu lah kehebatan akal yang di anugerahkan Allah SWT. hingga manusia dapat 
membuat kenderaan yang bernama labi2 (Maha Suci Allah)^^
em..biasanya kalu naik labi2 nak gi puswil (pustaka wilayah), kota (shopping!! hehe..), pasar dll (x larat nk tulis semua..) tambangnya pun x mahal cuman Rp 1,000  (bukan ringgit tau) bagi tempat yang dekat, lebih kurang 37sen. murah kan3x??.
dan Rp 2,000 bagi tempat yang jauh, lebih kurang 74sen dan hari minggu (ahad) akan bertambah seribu.
itulah dia labi2...
oklah..klu nak tahu lebih banyak lg tentang labi2..kena datang kt Banda Aceh dan merasai sendiri naik labi2.^^


Selasa, 18 Oktober 2011

apa sih ila' ???



1.    Definisi Ila’

            Secara etimologis (bahasa), kata ila’ berarti melarang diri atau tidak mau melakukan sesuatu dengan menggunakan sumpah[1] atau penolakan yang disertai sumpah.[2]
            Secara terminologi (istilah), kata ila’ berarti sumpah suami dengan menyebut nama Allah atau sifat-Nya[3] untuk tidak mencampuri lagi isterinya dalam waktu empat bulan atau dengan tidak menyebutkan jangka waktunya.
            Adapun contoh ila’ sebagai berikut:
·         Demi Allah, saya tidak akan menggauli isteriku,
·         Demi kekuasaan Allah, saya tidak akan mencampuri isterikku selama lima bulan,
·         Demi Allah, saya tidak akan mendekati isteriku selamanya.

2.    Dasar Hukum Ila’ Al-Baqarah: 226-227
artinya:
“Bagi orang-orang yang  meng-ila’ isterinya haeus menunggu empat bulan. Kemudian jika mereka kembali (kepada isterinya), maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang. Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan (isteri), maka Allah Maha Mendengar, lagi Maha mengetahui.”

3.    Hikmah Diperlakukan Masa 4 Bulan

            Allah SWT menentukan batas empat bulan bagi suami yang meng-ila’ isterinya mengandung hikmah pengajaran bagi suami maupun bagi isteri:[4]
1.      Untuk menghapuskan apa yang sudah berlangsung dimasyarakat jahiliah, yaitu ila’ sampai satu hingga dua tahun. Oleh karena itu Allah menghapuskan kebiasaan tersebut, dan ditetapkan jangka waktu maksimal untuk ila’, yaitu empat bulan.[5]
2.      Dalam masa empat bulan memungkin jiwa untuk mengembalikan diri dari menggauli isteri. Begitu juga, sang isteri, dia tidak mampu lagi untuk bertahan lebih dari masa itu dalam berhubungan badan dengan suami.[6]
  1. ila’ dilakukan suami untuk “mendidik” istri, sebagai salah satu alternatif bentuk hukuman di saat melihat kesalahan istri.
  2. Dengan dijatuhkannya ila’, istri akan merasakan beban psikis karena kebutuhan biologisnya tidak terpenuhi, sehingga diharapkan istri akan menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada suami, sedangkan si suami pun terhindar dari pemberian hukuman yang dzalim, seperti memukul keras yang menimbulkan bekas, menampar wajah dan sebagainya[7]
5.      Bagi suami yang meng-ila’ isterinya lalu diriwajibkan menjauhinya selama empat bulan itu menimbulkan kerinduan terhadap isteri, lalu menyesali sikapnya yang sudah lalu, memperbaiki diri sebagai bekal sikap yang sudah lalu dan juga sebagai bekal sikap yang lebih baik ketimbang masa-masa sebelumnya.

4.    Membayar Kafarat Sumpah       

Adapun setelah suami berbaik kembali kepada isterinya diwajibkan membayar kafarat sumpah karena telah mempergunakan nama Allah untuk keperluan dirinya. Kafarat  sumpah itu sebagaimana firman Allah SWT: Al-Maidah: 89.

artinya:
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengajakan, tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin dari makanan yang bisa  kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi mereka pakaian  atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barangsiapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Demikian Allah menerangkan hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

5.    Ila’ Menurut Ulama’
Maliki, Syafi’I dan Hambali mengatakan: Apabila lewat empat bulan yang ditetapkan Allah dan ternyata si suami tidak mau menggauli isterinya dengan terlebih dahulu membayar kaffarah, maka isteri boleh menuntut untuk diceraikan. Kalau dia menceraikan dengan baik-baik maka suami mendapat ampunan Allah. Namun kalau suami tidak mau menceraikan dan tidak mau pula kembali kepada isterinya, maka hakim wajib menceraikan suami-isteri tersebut,[8]
Malik al-Auza’i dan Abu Ubaid mengungkapkan, “Brangsiapa yang bersumpah tidak mencampuri isterinya sehingga ia menyapih anaknya, maka yang demikian itu bukan ila’, jika hal itu menghendaki kebaikan bagi anaknya.[9]
Imamiyah mensyaratkan untuk sahnya ila’, hendaknya isterinya sudah pernah dicampuri, sedangkan bila belum dicampuri, ila’ tersebut tidak jatuh.
            Menurut Hanafi perceraian yang terjadi karena ila’ adalah talak ba’in, karena jika berstatus sebagai talak raj’i, berarti suami dapat meminta isterinya untuk rujuk kembali, karena hal tersebut merupakan hak suami. Dengan demikian, tidak terwujud kemaslahatan hubungan suami isteri dan bahaya belum terhindarkan dari isteri.
            Manakala menurut Maliki, Syafi’i dan Hambali, bahwa ila’  adalah talak raj’i, karena tidak ada dalil yang menetapkan statusnya sebagai talak ba’in,

6.    Iddah Isteri Yang Dicerai Setelah Ila’
            Mayoritas ulama’ berpendapat bahwa isteri yang di cerai setelah ila’ harus menjalani masa iddah seperti perempuan yang dicerai, karena dia juga dicerai. Zaid berkata, tidak ada keharusan baginya untuk menjalani masa iddah jika dia telah mengalami tiga kali masa haid selama waktu empat bulan tersebut. Hujjahnya adalah bahwa iddah ditetapkan hanya untuk memastiakan bebasnya rahim dari kehamilan, sedang isteri yang di ila’, sudah pasti bahwa rahimnya bebas dari kehamilan.[10]


[1] Drs. H. Abd. Rahman Ghazaly, M.A., Fiqh Munakahat,
[2] Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah,
[3] Fiqh Munakahat,
[4] Prof. Dr. Amir Syarifuddin, Garis-Garis Besar Fiqh,
[5] Syaikh Hasan Ayyub, Fikih Keluarga
[6] Fiqh Munakahat,
        [7] http://alashree.wordpress.com/2010/04/24/ila/
[8] Garis-Garis Besar Fiqh,
[9] Fikih Keluarga,
[10], Fikih Sunnah, ,

Rabu, 06 Juli 2011

berakhirnya final exam ku~

alhamdulillah puji syukur hanya kepada Allah,,kerana berakhirnya final exam  sem 4 ku.
selama seminggu ana berjuang dalam final exam yang bermula tanggal 27/6 sampai lah 4/7.
busynya luar biasa, maklumlah study, muthalaah, menghafal dan juga menyiapkan dua buah makalah dalam 
musim exam, memamg x menag tangan di buatnya, dah lah bahan untuk makalah susah banget dapat.
namun begitu, alhamdulillah ana berjaya juga menyelesaikan dua makalah tersebut.=)
soal exam kali ni ada yang mudah ada juga yang susah macam2 ada.
untuk soal madah Hukum Islam dan Masyarakat, walaupun open book dan jawab di rumah tp gak mudah lho.
harus pergi pustaka cari bahannya dan harus sertakan referensinya.
soal Ilmu Falak pulak alhamdulillah tidak sesusah yang digambarkan asykuruka ya Allah.=)
kalau soal Tafsir Ahkam banyak kali, harus tulis cepat kalau gak, habis masa n x siap jawab, tp alhamdulilah sempat juga menjawab semua soal walaupun agak kecapek'an, hehe=)



Sabtu, 21 Mei 2011

masak~masak

hari ni ana ingin berkongsi satu resepi Aceh yaitu 'sambal lado' (sambal lada).
resepinya simple je..tp paling penting enak lho^^, dan sambal ni agak berbeda dengan sambal belacan karena di tumis...oklah tanpa memanjangkan kalam
ni dia resepinya:

1 mangkuk cabey merah (lada merah)
1 biji tomat (tomato)
2 biji bawang merah
2 biji bawang putih
garam gula secukup rasa^^,

step 1: 

(kisar semua bahan-bahan di atas)


step 2:

panaskan minyak dalam kuali (seperti biasa),
setelah minyak panas, masuk kesemua bahan yg telah dikisar tadi,
tumis sehingga pecah/naik minyak,
masukkan gula garam secukup rasa,
tumis lagi.
siap, boleh juga tambah sedikit air.
gampangkan??=)

sambal lado ni enak dimakan bersama nasi putih dan ikan goreng.
yummy^^, cuba sekali nk lagi!!




Minggu, 15 Mei 2011

Hujan dan Ujian???

em,, lama rasanya x update my blog,,maklum lh bz kata kan(betol ke,hehe)
ye lah bila masok musim midterm ni bz nya luar biasa. disamping midterm 
yg harus dihadapi ada tugas2 lain yg harus disiapkan, makalah, tugasan, resume tentang undang-undang, (wah,,banyak kali) itu lah dunia mahasiswa xkan pernah sunyi dari semua ini. 
em,,iya sih kalu dipikir mustahil kita akan buat semua tugasan yg diberikan, tp apa yg mustahil kalu kita ada usha dan tawakkal pada Allah (betol tak 5x?)^^, insyallah semua tu bisa kita buat lebih2 lagi kita adalah manusia yg merupakan makhluk ciptaan Allah yg paling sempurna=) sehingga tugas khalifah pun diberikan kepada manusia. cuba bayangkan kalau semua tugas ni diserahkan kepada binatang, pasti binatang2 itu tidak sanggup menjalaninya
em,,apa2 pun yg penting kita jangan stress dalam menjalani semua tugasan yg diberikan oleh dosen (lecturer), kerjakan dengan hati yg tenang=) ingat lah 'kejayaan itu semanis madu, tp memerlukan pengorbanan sepahit hempedu' (setuju sangat).
oklah msti tertanya2 kan kenapa ana tulis tajuk Hujan dan Ujian??? apa kaitannya sih?? ada kaitannya, ternyata hujan yg turun membasahi bumi dan juga diri kita itu tidak sia-sia dijadikan Allah, ada pelajaran yg kita bisa ambil darinya (betol ke?? x faham ni) xpe jangan pening2, tulisan ni bukan untuk tambah pening, stress atau penasaran, tp untuk kita tetap tabah menjalani hidup sebagai seorang mahasiswa/wi lebih2 lagi dalam menjalani hidup ini, gitu lho. 
jd tentang hujan dan ujian ni ana dapatkan dalam buku UJIAN SUKSES TANPA STRESS (bagus buku ni)^^,yg ditulis oleh Fatan Ariful Ulum (Fatan Fantastik). salah satu topic dalam buku ni 'di antara hujan dan ujian ada kamu', dan perkara yg bisa diambil dari topic ni:

  • air hujan itu turun ke bumi. membawa tetes-tetes air bukan besi, (kalau x roboh atap rumah kita, pecah kepala kita)ma kasih ya Allah, Engkau turunkan hujan dalam bentuk seperti air. 
  • kata Rasulullah SAW. ada tiga model tanah di bumi yg akan menerima hujan:
  • 1. Ada tanah yg mampu menyerap air hujan itu dengan baik. lalu berbagai tanaman tumbuh dengan rimbun di atasnya. itulah tanah yg subur. 
  • 2. Ada yg tanahnya keras, yg mampu menampung air. sehingga ada yg bisa memakainya, ada yg buat minum, mandi dll. 
  • 3. Ada tanah yg brsifat berbatuan. tak bisa menyerap air. tak bisa pula menampung air. air yg datang berlimpah, tak bisa pula menampung air. dan gak ada yg mampu dimanfaatkan. terbuang percuma.
(sebenarnya perumpamaan yg Rasulullah berikan tersebut untuk pemahaman tentang agama dan ilmu pengetahuan.)
tp bisa juga kita ambil pelajaran yg lain darinya. begini anggap lah hujan adalah ujian dan tanah di bumi adalah kita, mau gak mau (terima atau tak) hujan tetap turun ke bumi. jadi terserah kita mau jadi tanah model apa.

tanah yg subur, sehingga hujan ujian bisa menumbuhkan kesuburan potensi yg berbuah prestasi? atau cuma seperti batu yg keras. yg gak dapat apa2? (wah, bisa 'banjir' masalah jd stress)
maka, tentulah sikap dari sekarang. jadi tanah yg model mana?  
jadilah tanah yg pertama minimal yg kedua.=). lebih lanjut boleh baca dalam buku di atas.  
oklah selamat menjalani midterm dan semua tugasan dengan baik dan tenang tanpa tress.=)^^,

       








Rabu, 27 April 2011

oh Ilmu Falak~

em,,kalau sebut tentang Ilmu Falak, sem 4 ni ana ada belajar Ilmu Falak.
masa ana sem 3 hari tu ana takut sangat klu sem 4 nt ada
mata kuliah Ilmu Falak, ye lah kakak2 yg dah pernah amik 
semuanya bilang Ilmu Falak susah, susah dari faraidh,, em apa benar???=(
tp bila masuk sem 4 ni baru ana tahu memang betol Ilmu Falak
tu susah tp ternyata bukan sesusah seperti yg ana sangkakan=)

pastu dosen ana yg ajar Ilmu Falak ni klu menurut ana memamg dia
mahir sangat tentang Ilmu Falak. ye lah bukan senang nk mahir 
ilmu falak ni dan bukan senang nak kira dalam Ilmu Falak harus ada
kalkulator khusus, x boleh guna yg biasa nt hasilnya error
(capek deh asyik error je).

dan ana suka cara dosen Ilmu Falak ngajar, dia akan ajar sampai betol2 ngerti
dan dia bilang "Apa susah Ilmu Falak semuanya pakai kalkulator, aneh kali klu 
ada mahasiswa yg bilang ilmu falak ini susah". benar kata bapak tu,
bila belajar ilmu falak ni baru ana tahu rupanya tidak susah dan seru banget!! (best)^^, yg penting tahu kaedah dia,, tekan kalkulator dapat jawaban siap. gampang kan???=) 

dan yg best lg kami dah praktikal Iilmu Falak yaitu menentukan arah kiblat masjid fakultas syari'ah (satu pengalaman yg x dapat dilupakan)

Minggu, 24 April 2011

My beloved mom,,


'Ibu' adalah nama yang tidak dapat dipisahkan dalam kotak memori setiap insan.
Pertarungan nyawa dan ketabahan menahan kesakitan mengandung,
melahir dan membesarkan anak-anak bukanlah perkara asing dalam catatan
diari hidup seorang ibu.Itulah tugas yang tercatat sebagai seorang ibu
yang benar-benar berfungsi dalam mendidik anak-anak.

Air mata, kelembutan, kasih sayang dan teman di masa susah atau senang
adalah sebuah nukilan khas yang boleh dedikasikan buat ibu.
Malah hemat juga tersemat utuh menyatakan semua ibu di dunia ini punya rasa yang sama.

Naluri keibuan ini adalah sunnatullah yang tercipta bermula daripada Hawa AS. Jadi semestinya semua ibu, bakal ibu malah semua wanita mempunyai sifat-sifat yang saya nyatakan. Semestinya benar, bukankah begitu?

My beloved mom=)

Sabtu, 23 April 2011

Wahai Sahabat, Janganlah Bersedih!

Kepada semua sahabat-sahabat yang sedang diuji, yang telah diuji & yang belum diuji.. sedarilah bahawa jika anda tidak hidup hanya dalam batasan hari ini saja, maka akan celaru fikiran Anda, akan kacau semua urusan, dan akan semakin menggunung kesedihan dan kegundahan diri Anda.


01.Jangan Bersedih... Cinta Allah dan Rasulullah menjamin kebahagiaan.


02.Jangan Bersedih... Redha Dengan anugerah Allah membuat anda kaya di dunia.


03.Jangan Bersedih... Allah Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat serta Rahmatnya yang Maha Luas.


04.Jangan Bersedih... Semata-mata disebabkan anda berbeza dengan orang lain kerana setiap kejadian Allah itu ada kelebihan tersendiri.


05.Jangan Bersedih... Bila disakiti, dicela, direndahkan atau dizalimi kerana setiap perkara yang berlaku adalah dugaan dari Yang Maha Esa.


06.Jangan Bersedih... Sesungguhnya setelah kesusahan akan ada kemudahan.


07.Jangan Bersedih... Kerana kesedihan anda akan membuat musuh anda gembira.


sabar itu indah!


08.Jangan Bersedih... Atas perilaku manusia terhadapmu tetapi perhatikanlah perilaku mereka terhadap Allah.


09.Jangan Bersedih... Allah tidak akan mensia-siakan pengorbananmu dan setiap perkara yang baik mahupun buruk ada hikmahnya.


Wahai sahabat-sahabat, janganlah bersedih, dunia ini terlalu hina untuk ditangisi.


bersuci dan tayammum~

1. Surat An-Nisa’ ayat 43
 
artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati shalat, ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekadar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedang kan kamu tidak mendapat air, maka bertayammumlah kamu dangan debu yang baik (suci) ; usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh,Allah maha pema’af, maha pengampun.[1]
(an-Nisa’ ; 43)

2.      Sebab-sebab turunnya ayat

Sebab turun ayat ini menurut keterangan yang diriwayatkan Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata: “Pada suatu hari Abdurrahman bin Auf membuatkan makanan untuk kami untuk makan dan menyediakan khamar sebagai minumannya. Lalu saya minum khamar itu.kemudian tiba waktu shalat dan orang-orang menyuruhku untuk menjadi imam. Lalu saya membaca ayat “katakan lah (Muhammad), Wahai orang-orang kafir aku tidak  menyembah apa yang kamu sembah, (al-Kafirun: 1-2) dan kami menyembah apa yang kalian sembah.” Lalu Allah menurunkan firman-Nya,

Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati shalat, ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan.”

Al-Faryabi, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mundzir meriwayatkan bahwa Ali berkata, “firman Allah, “… dan jangan pula (kamu hampiri mesjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekadar melewati jalan saja.”  (An-Nisa’: 43), ayat ini turun pada seseorang yang melakukan perjalanan kemudian dia junub lalu tayammum dan shalat setelahnya.

Ibnu Mardawaih meriwayatkan bahwa al-Asla’ bin Syuraik berkata, “Saya dulu sering meepersiapkan unta Nabi saw. sebelum beliau berpergian dengannya. Lalu pada malam hari yang dingin saya junub. Saya pun tidak berani mandi karena takut mati kedinginan atau sakit. Maka saya pun menanyakan hal itu kepada Nabi saw. lalu turunlah firman Allah,

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati shalat, ketika kamu dalam keadaan mabuk,…(sampai akhir ayat)

Dalam riwayat yang lain, Ath-Thabrani meriwayatkan bahwa Asla’ berkata, “ Dulu saya membantu Nabi saw. dan menemani beliau jika melakukan perjalanan. Pada suatu hari beliau berkata kepada saya ‘Wahai asla’ siapkanlah untaku.’ Lalu saya berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, saya berjunub” Rasulullah pun terdiam. Maka kemudian Rasulullah di datangi Jibril dengan ayat tentang tayammum. Lalu Rasulullah saw bersabda, “Wahai asla’ bertayammumlah.” (lalu beliau memperlihatkan cara bertayammum, yaitu dengan satu sentuhan ditanah untuk mengusap wajah dan satu sentuhan lagi untuk mengusap kedua tangan hingga kedua siku. Lalu saya pun bertayammum. Setelah itu saya pergi menemani beliau.

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Yazid bin Abi Habib bahwa dulu jalan ke pintu rumah beberapa orang Anshar berada langsung di dalam mesjid. Dan terkadang mereka junub ketika mereka tidak mempunyai air di rumah. Ketika mereka ingin mengambil air tidak ada jalan kecuali melalui mesjid.[2] Maka Allah menurunkan Firmannya,
“Dan jangan pula  (kamu hampiri mesjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekadar melewati jalan saja.” (An-NIsa’: 43)

Seterusnya Firman Allah:
 “Dan jika kamu sakit..”

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki dari kalangan Ansar yang sedang sakit. Karenanya ia tidak dapat bangkit untuk melakukan wudu’, dan ia tidak mempunyai seorang pembantu pun yang menyediakan air wudu’ untuknya. Lalu ia menanyakan masalah tersebut kepada Nabi saw. maka turunlah ayat ini.[3]

3.      Pelajaran  dan hukum yang dapat diambil dari ayat

Ayat ini menjelaskan bahwa, orang yang mabuk tidak sah shalatnya sampai dia sadar, demikian juga halnya dengan seseorang yang sangat mengantuk tidak diperkenankan shalat, karena ketika itu kemungkinan besar dia tidak menyadarai apa yang dia lakukannya.

Firman Allah swt. yang artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah. Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.”

Ulama’ telah ijma’ dengan mengatakan, tayammum itu dibolehkan bagi orang musafir, menurut  Imam Syafi’I, “Bolehnya bertayammum itu hanya bagi orang musafir, dan orang mukim yang takut memakai air.”[4]

Imam Abu Hanifah, Imam malik, dan Imam syafi’i mengatakan bahwa haram bagi orang yang junub diam di dalam masjid hinga dia mandi junub, kecuali jika ia hanya sekadar melewatinya dari suatu pintu ke pintu yang lain tanpa diam di dalamnya,[5] dan menurut  Imran bin Hushain dan Abu Zarr bahwa orang yang berjunub, karena ketiadaan air boleh bertayammum. Begitu juga orang yang sakit dihukum seperti orang yang lemah atau orang yang tak kuasa mendapat air, seumpama orang musafir yang biasanya sangat sukar sekali mendapat air. [6]

Menurut Ibnu Jarir, ulama’ lain mengatakan bahwa Allah SWT. bermaksud menggunakan ungkapan “menyentuh perempuan” di dalam ayat ini, ditujukan kepada setiap orang yang menyentuh dengan tangannya atau dengan anggota lainnya.[7] Adapun ungkapan dengan kata-kata “menyentuh” ini lebih halus, lebih sopan, lebih tinggi. Kata ini merupakan adab kesopanan yang dicontohkan Allah bagi manusia di dalam membicarakan persoalan semacam itu.

Mengenai  tanah yang suci, dipergunakannya ungkapan tanah yang baik, untuk mengisyaratkan bahwa yang suci itu adalah baik, dan yang najis itu adalah kotor. Ini merupakan isyarat yang halus dan dapat masuk ke dalam hati kita.[8]

~yg baik tetap datang dr Allah dan yg buruk dr kelemahan diri ana sendiri hamba Allah yg lemah lg dhoif. jika tulisan di atas ada salah dan silap mohon diperbaiki. syukran kasiran=)~

 

[1] Al-Quran dan Terjemahannya, surat An-Nisa’, ayat 43, Bandung:, CV Penerbit Diponegoro, 2006, hlm.85.
[2]Jalaluddin As-Syuyuti, Asbabun Nuzul: Sebab Turunnya Ayat Al-Quran, Gema Insani, Jakarta: 2008, hlm, 126.
[3]Al-Imam Abu Fida Isma’il Ibnu Kasir Ad-Dimasyqi, Tafsir Ibnu Kasir Juz 5 An-Nisa’ 24- An-Nisa’ 147, Penerbit Sinar Baru Algensindo, Bandung 2001, hlm, 175.
[4] Shekh H.Abdul Halim Hasan, Tafsir Al-Ahkam, Kencana Prenada Media Group, Jakarta: 2006, hlm, 274.
[5] Tafsir Ibnu Kasir Juz 5 An-Nisa’ 24- An-Nisa’ 147, hlm, 161.
[6] Tafsir Al-Ahkam, hlm, 274,277.
[7] Tafsir Ibnu Kasir Juz 5 An-Nisa’ 24- An-Nisa’ 147, hlm, 178.
[8] Sayyid Quthb, FiZhilalil Quran, Gema Insani, Jakarta: 2001, hlm, 376,377.




Rabu, 20 April 2011

My Holiday,, Rehlah Mahabbah~ ^^,

pada 19 febuari 2011 ana dan sahabat2 ana telah membuat program Rehlah Mahabbah Santai
idea  ni datang dr sahabat2 ana, maklum lah lama x jumpa jd dierg rancanglah lah program ni,
yelah bila dah besar ni masing2 sibuk belajar, sibuk bekerja jd jarang jumpa.


oklah cerita pasal sebelum hari program ni,
program ni dibuat setelah 3 minggu ana balik Malaysia, (cuti sem 3,)
so, dierg bagitahu lah kt ana pasal nk buat program ni, ana langsung (terus) setuju
yelah perkara baik kenapa harus ditolak^^,  (musuh jangan dicari rezeki jangan ditolak,hehe)=)
pas semua dah setuju, kami pun berbincang aktiviti apa nak buat, akhirnya kami sepakat buat
aktiviti create more words dan cari barang tersembunyi. pastu ana diamanahkan buat tentatif 
program. pasal makanan pulak kami sama2 sapot ^^, dan kami memilih tema
"ukuwwah lestarikan ikatan hati"

cerita pada hari program pulak,
program Rehlah Mahabbah Santai ni kami buat di Pantai Teluk Mok Nik (cantik banget pantainya,)
tepat jam 3 siang kami berangkat, smpai je kt sana cam biasa lah kami  hampar tikar dan letak semua barang2 & makanan yg di bawa. pastu kami mulakan program dengan ummul quran dan ana 
diamanahkan menjadi moderatur (pengerusi majlis), seterusnya tazkirah santai siang
disampaikan oleh salah seorang dari kami, pastu doa rabithah dibacakan oleh salah seorang dr kami jugak. sesudah itu kami main aktiviti yg telah kami rancangkan yaitu, create more words dan cari barang tersembunyi, seru (best) banget deh!!=)
dalam aktiviti ini kami buat 3 kumpulan dan  yg sedihnya waktu main  kedua2 aktiviti ni kumpulan ana lah dpt no 3=( tp xpe lah cuba lg next time=) yg penting sebenarnya bukan dapat no. satu tp ukuwwah di antara kita=)
(ukuwwah fillah daiman abadan,,amin) 
pastu setelah siap main kedua2 aktivit tersebut kami pun makan
bersama2 em,,macam2 ada^^,

pastu sedar x sedar jam sudah pukul 5 jd kami pun siap2 untuk pulang, tp sebelum tu kami pergi ke tepi pantai melihat keagungan ciptaan Allah sambil bergambar untuk dijadikan kenangan=) tepat jam 5.30 kami berangkat pulang.~

Alhamdulillah walaupun santai,, program Rehlah Mahabbah ni berjalan dengan lancar=)

semoga dengan program ni ukuwwah di antara kita semakin erat serta berkekalan,,amin,, next year buat lagi ye teman2???^^,

                          " ukuwwah menyemai mahabbah" =)

sebagian gambar2 Program Rehlah Mahabbah Santai~










Selasa, 19 April 2011

Makalah Hukum Adat~

em,, untuk buat makalah Hukum Adat ni susah jugak
maklumlah kt Malaysia x pernah belajar tentang Hukum2 Adat ni^^,
pastu bahan Hukum Adat (bukunya) susah kali, gak banyak buku tentang Hukum Adat di puswil (pustaka wilayah). 
mulanya judul (tajuk) makalah kami "Pembentukan Dalam Hukum Adat Di Lihat Dari Susunannya"
tp oleh krna ada kesilapan teknikal, judul kami di ubah lagi,
judul baru kami "Masyarakat Hukum Adat Di Lihat Dari Susunannya"
akhirnya, setelah bertungkus-lumus siap lah makalah kami =)
dan alhamdulillah hari ni kelompok kami presentasi makalah
takut juga sebenarnya nk presentasi makalah Hukum Adat ni,
maklumlah ana x berapa tahu sangat tentang adat istiadat ni
lebih2 lagi adat orang.

rupanya tanpa di sangka presentasi hari ni seru banget!!=)
soal yg di tanya oleh teman2 pun alhamdulillah banyak yg 
boleh jawab^^,. susana dalam ruang kuliah hari ni pun
gak sepi, 'ala kulli hal thank banget pd teman2 yg berpartisipasi (ikut serta) hari ni. 
ha,, ni makalah Hukum Adat yg kami presentasi hari ni:
   
Masyarakat hukum adat di Indonesia menurut dasar susunannya dibagi kepada:

1.      Genealogis
2.      Territorial
3.      Genealogis-territorial

1.      Genealogis
Yaitu merupakan masyarakat hukum adat yang disusun berasaskan suatu keturunan,[1] dan di dalam masyarakat genealogis ini terdiri dari beberapa macam susunan kekeluargaan yaitu:
 
a.      Susunan kekeluargaan patrilineal

Patrilineal berasal dari dua kata, yaitu pater (bahasa Latin) yang berarti “ayah”, dan linea (bahasa Latin) yang berarti “garis”. Jadi, “patrilineal” berarti mengikuti “garis keturunan yang ditarik dari pihak ayah”.[2]
 
Adapun Sistem ini menggunakan bentuk perkawinan, yaitu kawin jujur. Pemberian jujur oleh pihak laki-laki pada pihak perempuan dimaksudkan sebagai lambang diputuskannya hubungna kekeluargaan si istri dengan orang tuanya, nenek moyangnya, saudara sekandung, serta kerabat persekutuannya. Si istri masuk dalam lingkungan keluarga suaminya. Misalnya: Tapanuli.

b.      Susunan kekeluargaan Matrilineal

Sistem ini menggunakan bentuk perkawinan semendo, yaitu suami tetap masuk  pada keluarganya sendiri, tetapi dapat bergaul dengan keluarga istrinya sebgai urang semendo. Namun Anak-anak keturunannya masuk pada keluarga istri, dan ayah pada hakikatnya tidak mempunyai kekuasan terhadap anak-anaknya.

c.        Susunan kekeluargaan parental

Pada sistem ini, kedua belah pihak (suami dan istri) dapat masuk menjadi anggota keluarga keduanya, sehingga dapat dikatakan masing-masing mempunyai dua keluarga, yaitu keluarga suami dan keluarga istri.[3]
 
2.      Territorial

Yaitu masyarakat hukum adat yang disusun berasaskan lingkungan daerah masyarakat ini para anggotanya merasa bersatu, dan oleh karena masalah bersama-sama merupakan kesatuan masyarakat hukum adat yang bersangkutan, sehingga terasa ada ikatan antara mereka masing-masing dengan tanah tinggalnya.
Adapun masyarakat hukum adat yang bersifat territorial ini ada tiga macam, yaitu:
1.      Masyarakat hukum adat desa
2.      Masyarakat hukum adat wilayah (persekutuan desa)
3.      Masyarakat hukum adat serikat desa (perserikatan desa)

a.      Masyarakat hukum adat desa

Masyarakat hukum adat desa adalah segolongan atau sekumpulan orang yang hidup bersama berasaskan pandangan hidup, cara hidup, dan sistem kepercayaan yang sama, yang menetap pada suatu tempat kediaman bersama yang merupakan satu kesatuan, satu tata susunan yang tertentu, baik luar maupun ke dalam.
Masyarakat hukum adat desa ini melingkupi pula kesatuan-kesatuan kecil yang terletak di luar wilayah desanya, yang lazim disebut teratak atau dukuh, tetapi tunduk pada penguasa kekuasaan desa.

b.      Masyarakat hukum adat wilayah (persekutuan desa)

Masyarakat hukum adat wilayah adalah suatu kesatuan sosial yang teritorialnya melingkupi beberapa masyarakat hukum adat desa dan masing-masing tetap merupakan kesatuan-kesatuan yang berdiri sendiri. Biarpun masing-masing masyarakat hukum desa yang tergabung dalam masayarakat hukum adat wilayah itu mempunyai tata susunan dan pengurus sendiri-sendiri.

c.        Masyarakat hukum adat serikat desa (perserikatan desa). 

Masyarakat hukum adat serikat desa adalah suatu kesatuan sosial yang territorial, yang melulu dibentuk atas dasar kerjasama diberbagai-bagai lapangan demi kepentingan bersama masyarakat hukum desa yang tergabung dalam masyarakat hukum serikat desa itu.[4]

3.      Genealogis-Territorial

Yaitu masyarakat hukum adat yang disusun berasaskan pada suatu keturunan, sekaligus juga berdiam pada daerah yang bersangkutan.[5]
Adapun masyarakat hukum adat genealogis-territorial ini dapat dibagi dalam lima jenis, yaitu:

1.      Suatu daerah atau kampung yang dipakai sebagai tempat kediaman oleh hanya satu bagian golongan (clandeel). Tidak ada golongan lain yang tinggal di dalam daerah itu. Daerah atau kampung-kampung yang berdekatan juga dipakai sebagai tempat tinggal oleh hanya satu bagian clan. Menurut Ter Haar bahwa susunan rakyat semacam itu barangkali terdapat di daerah pedalaman di pulau-pulau Enggano, Buru, Seram dan Flores.

2.      Di Tapanuli terdapat tata susunan rakyat sebagai berikut: bagian-bagian clan (marga) masing-masing mempunyai daerah sendiri, akan tetapi di dalam daerah tertentu dari suatu marga, di dalam huta-huta yang didirikan oleh marga itu, ada juga terdapat satu atau beberapa marga lain yang masuk menjadi anggota badan persekutuan huta di daerah itu.
Marga yang semula jadi mendiami daerah itu, disebut marga asal, marga raja atau merga tanah, yaitu marga yang menguasai tanah-tanah di dalam daerah itu sedang marga-marga yang kemudian masuk daerah itu disebut marga rakyat. Kedudukan marga rakyat adalah kurang daripada kedudukan marga raja. Antara marga raja dan marga rakyat ada hubungan perkawinan yang erat.

3.       Suatu clan yang mula-mula mendiami suatu daerah yang tertentu dan berkuasa di daerah tersebut seperti di Sumba Tengah dan Sumba Timur, akan tetapi kekuasaan itu kemudian berpindah kepada clan lain, yang masuk ke daerah tersebut dan merebut kekuasaan pemerintah dari clan yang asli itu. Kedua clan itu kemudian berdamai dan bersama-sama merupakan kesatuan badan persekutuan daerah. Kekuasaan pemerintah dipegang oleh clan yang datang kemudian, sedang clan yang asli tetap menguasai tanah-tanah daerah tersebut, sebagai wali tanah.

4.      Golongan suku yang bertempat tinggal di dalam daerah Nagari di Minangkabau berkedudukan sama (setingkat) dan bersama-sama merupakan suatu badan persekutuan territorial (Nagari). Di situ tidak ada golongan yang menupang ataupun golongan yang menguasai tanah. Adapun daerah Nagari itu terbagi dalam daerah-daerah golongan (daerah suku) di mana tiap-tiap golongan mempunyai daerah sendiri-sendiri.

5.    Di Nagari-nagari di Minangkabau di daerah Rejang (bengkulen), di mana dalam satu nagari atau dusun berdiam beberapa bagian clan, yang satu sama lain tidak bertalian famili. Seluruh daerah-daerah nagari atau dusun menjadi daerah bersama (yang tidak dibagi-bagi).[1]



[1] Soerjono Soekanto & Soleman B Taneko, Hukum Adat Indonesia, Rajawali Pers, Jakarta: 2010, hlm, 95.
[2] http://bolmerhutasoit.wordpress.com/2011/03/21/sistem-patrilineal-dan-implementasinya-dalam-suku-batak-toba-di-sumatera-utara/
[3] Yulies Tiena Masriani, Pengantar Hukum Indonesia, Sinar Grafika, Jakarta: 2008, hlm, 137.                                
[4] http://www.qseach.com/web-search/http://tedy90.blogspot.com
[5], Pengantar Hukum Indonesia, hlm, 136.
[6] Soerjono Soekanto & Soleman B Taneko, Hukum Adat Indonesia, Rajawali Pers, Jakarta: 2010, hlm, 95.